Skip to main content

Drag & Drop API | JavaScript

Halo! Materi hari ini saya mempelajari tentang drag and drop API dalam HTML. Cara kerja fitur ini adalah dengan menyeretkan suatu objek dan meletakkannya di tempat lain, seperti pada dalam <div>. Fitur ini biasanya digunakan untuk mengunggah file, membuat list tugas interaktif, membuat interface interaktif, dan lain-lain.


Sebelum kita membuat drag and drop-nya, kita harus membuat target dan objek yang akan diseret. Caranya adalah dengan membuat <div> yang untuk targetnya. Untuk objeknya sendiri, kita bisa menggunakan teks ataupun gambar, tetapi untuk artikel ini akan menggunakan gambar. Setelah itu, tambahkan atribut id, ondrop="drop(event)", dan ondragover="allowDrop(event)" pada elemen <div>. Kemudian untuk element <img> atau <p>, tambahkan atribut id, draggable="true", dan ondragstart="drag(event)" serta src untuk <img>.


Selanjutnya adalah JavaScript-nya. Pertama, kita membuat fungsi allowDrop(event) dengan argumen event. Di fungsi ini, kita akan membuatnya supaya tidak akan menjalan aksi default-nya. Jadi pada fungsi ini kita akan menulis event.preventDefault().


Kedua, kita membuat fungsi drag(event). Di sini kita akan menyiapkan data untuk dikirim ke targetnya. Pada fungsi ini akan ditulis event.dataTransfer.setData("text", event.target.id), di mana pada properti dataTransfer, data akan diformatkan menjadi teks dan ditujukan ke event.target.id dalam setData().


Ketiga, adalah fungsi drop(event). Pada fungsi ini, kita akan menghentikan aksi default-nya dengan event.preventDefault(). Selanjutnya, kita membuat variabel data yang diisi dengan event.dataTransfer.getData("text"). Metode ini akan mengambil data dari setData() tadi. Seterusnya, akan menambah data tersebut pada target <div> dengan menulis event.target.appendChild(document.getElementById(data)). Baris ini akan menambah data sebagai "anak" pada target <div>.


Sekarang drag and drop-nya sudah selesai, tinggal diuji saja programmannya. Itu saja untuk materi drag and drop, jumpa lagi di materi berikutnya!


Project Source Code

Comments

Popular posts from this blog

Borders | CSS

Halo! IT hari ini saya mempelajari tentang CSS, lebih spesifiknya tentang borders. Mesti kalian berpikir nih, apa itu CSS? CSS atau Cascading Style Sheet itu digunakan bersama HTML untuk membuat websitenya lebih menarik. Border itu ada banyak jenisnya, berikut ini jenis-jenis border beserta pengertiannya: Dotted - Menentukan batas putus-putus pendek. Dashed - Menentukan batas putus-putus panjang. Solid - Menentukan batas solid. Double - Menentukan batas ganda. Groove - Menentukan batas beralur 3D. Efeknya tergantung pada nilai border-color. Ridge - Menentukan batas bergelombang 3D. Efeknya tergantung pada nilai border-color. Inset - Menentukan batas sisipan 3D. Efeknya tergantung pada nilai border-color. Outset - Menentukan batas awal 3D. Efeknya tergantung pada nilai border-color. None - Tidak menentukan batas. Hidden - Menentukan batas yang tersembunyi. Selain itu, juga bisa mencampur-campurkan berbagai jenis border untuk membuat border lebih unik. S...

Validasi Input | JavaScript

Halo! IT Corner Rabu saya belajar tentang cara melakukan validasi input di JavaScript. Kalian sudah tahu kan cara mengambil input, baik dari element input ataupun menggunakan prompt dalam JavaScript. Nah, input yang diterima itu kadang-kadang tidak sesuai dengan program yang telah dibuat. Contohnya input yang meminta password 8 karakter, tetapi yang diterima adalah password 6 karakter. Caranya supaya input tersebut tidak diterima supaya nanti programnya tidak error yaitu menggunakan validasi. Cara validasi yang dapat digunakan untuk yang ini dapat menggunakan metode length. Misalkan, jika ingin membuat kondisi di mana passwordnya minimal 8 karakter, jadi dapat menggunakan metode tadi dalam perintah if. Contohnya di bawah ini. let input = document.getElementById("t1").value;   if (input.length < 8) {     return; } Di situ akan mengambil nilai dari elemen input, kemudian akan dicek apakah panjang input kurang dari lapan. Jika iya, akan keluar dari function, dan jika tida...

Pengenalan JSON

Halo! IT Corner Rabu untuk minggu ini, saya belajar tentang pengenalan JSON. Tidak perlu lama-lama, kita langsung saja ke materinya. Arti JSON yaitu JavaScript Object Notation. JSON ini bukan bahasa pemrograman, tapi suatu format file untuk menyimpan data. Walaupun namanya ada JavaScript, format ini cuman sintaksnya berasal dari sintaks objek dalam JavaScript. Format ini biasa digunakan untuk mengirim data antara komputer satu dengan komputer lain karena tidak tergantung pada satu bahasa. Di JavaScript, misal suatu situs web ingin mengirim informasi ke server. Di situ dapat menggunakan JSON. Contoh sederhananya seperti ini: const obj = {   nama: "Jamal Sulaiman bin Omar Nabil",   umur: 20,   kota: "Surabaya" } const stringify = JSON.stringify(obj); Untuk kebalikannya yaitu menerima data dari server ke situs web, misalnya data yang diterima bernama "data", contoh sederhananya seperti berikut: const parsed = JSON.parse(data); Sampai ini saja untuk pengenalan...